Cantik, suatu saat kamu akan mengerti kenapa aku harus pergi.
Cantik, suatu saat kamu akan sadar bahwa aku memang hanya sementara, hingga engkau menemukan yang memang diciptakan untukmu.
Cantik, jangan marah. Jangan dengarkan ketika mereka bilang kamu jahat. Ketika mereka bilang kamu menyusahkan.
Cantik, jangan terus-menerus mengatakan hanya kita berdua yang sama. Tidak. Bahkan aku dan kamu yang selalu bersama, memiliki perbedaan yang begitu mencolok.
Cantik, abaikan saja. Tidak ada gunanya mendengarkan ocehan mereka yang bahkan tidak tahu apa yang mereka katakan.
Cantik, waktuku tinggal sebentar lagi. Sudah tidak mampu aku menahan tubuhku. Sudah saatnya aku beranjak.
Cantik, jangan terlalu lama bersedih. Kamu akan segera memiliki yang baru. Mungkin tidak sebaik aku. Tidak seceria aku. Tidak selalu mengikutimu. Tidak selalu menemanimu. Tidak secerah senyumanmu.
Cantik, bersabarlah sedikit. Mungkin yang di atas sana ingin kamu lebih belajar sabar lagi. Menghadapi sikap mereka yang tidak pernah puas. Menghadapi tuntutan mereka yang tidak pernah ada habisnya.
Cantik, aku pergi dulu. Masih banyak yang perlu kau perhatikan.
Tak perlu lagi bermuram, banyak yang membutuhkanmu untuk selalu tersenyum.
Cantik, berjanjilah padaku, bahwa kau akan selalu bersinar. Dan menemukan aku-aku yang lainnya.
Tenang. Mereka akan sayang kepadamu sama seperti aku. Mereka akan mengikuti kamu dari pagi hingga sore hari. Sama seperti aku.
Cantik, terimakasih sudah menjadi temanku selama ini.
Cantik, aku pergi dulu..
______________________
Seorang anak berteriak dengan nyaring.
"ibuuuu! Bunga matahari ku matiii!"
Di atas sana, sang surya muram sejenak. Hilanglah senyumnya untuk beberapa saat. Disembunyikannya wajahnya di balik awan yang tiba-tiba melintas..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar