Kamis, 23 Februari 2012

Bipolar 3

Aisa lupa menutup mulutnya. Konser ini begitu megah, gegap gempita dengan permainan lighting yang begitu hebat.
Telinganya berdengung kencang, penuh dengan nada-nada enerjik yang silih berganti dengan alunan irama nan lembut. Dada nya terasa ingin pecah, gara-gara jantungnya menggedor-gedor hebat hendak keluar dari tempatnya.

Tidak sia-sia Aisa merogoh kantongnya lebih dalam. Begitu dalam. Menunda keinginan membeli kamera polaroid baru yang sudah diincarnya sedari lama.
Rasa penasarannya terbayar sudah. Melihat sosok idolanya dengan jarak kurang dari 10 meter. Mendengar suaranya secara langsung. Menyerukan namanya tak kalah kencang dibanding gadis-gadis lainnya.
Aisa melambaikan tangannya tinggi-tinggi, berharap pria itu melihatnya barang sedetik, kemudian bermurah hati membalasnya dengan senyum simpul.
Hatinya sedikit miris terbuai iri hari, melihat mereka yang di barisan depan dapat bergantian menyentuh tangannya walau hanya sekejap.
Ah, seharusnya aku datang beberapa jam lebih awal! Begitu keluhnya dalam hati.

5 jam tampak belum cukup bagi Aisa. Namun di lubuk hatinya dia tahu, kepuasan sudah hinggap disana meskipun tidak banyak. Airmata bahkan sempat mengalir kecil menuruni pipinya, meninggalkan jejak kebahagiaan yang siap ditukar Aisa dengan apapun demi mendapatkannya.
Saat berjalan menuju halte bus terdekat, dikeluarkannya handphone canggih hadiah ayahnya karena prestasinya begitu menganggumkan si semester yang lalu.
Sosial media dan teknologi internet begitu membantu bagi pecundang sepertiku, memberikan kesempatan bermimpi lebih jauh, menampilkan kedekatan semu yang sudah lebih dari cukup bagiku, begitu gumam Aisa sendirian.
"What a great concert, @pisa00 :D see you soon! Have some rest you there!!"

Sudah cukup, mention singkat untuknya adalah hal terbaik yang bisa kulakukan sebagai seorng hopelessly romantic, kata Aisa dalam hati.

Kaos biru muda kesayangannya yang dia pakai mulai berubah warna, keringatnya membasahi bagian depan dan juga belakang. Kakinya dilangkahkan dengan gontai ke atas bus berwarna merah itu. Dihempaskannya badannya yang mulai lelah ke atas kursi dingin di dalamnya. Melemparkan pandangan ke luar jendela. Jauh. Sangat jauh.






______________________

Pria itu duduk sambil memegang handuk di tangan kirinya dan botol air mineral di tangan kanannya.
Diletakkan handuk kecil itu di atas bahunya, membuat tangannya bebas meraih telepon seluler dari saku celananya.
Hatinya berdebar saat melihat rangkaian huruf yang tampak di layar teleponnya.
Seorang pria menghampirinya, duduk d sebelahnya dan meraih handuk di bahunya.
"Kata Kole, tadi lo bisikin dia kalo Aisa nonton?"
Mendengar pertanyaan itu, dia diam saja. Alih-alih menjawab, dia memeberikan teleponnya kepada kawannya.
"What a great concert, @pisa00 :D see you soon! Have some rest you there!!"

"Bales dooong! Dari dulu kalo dimention dia bisanya cuma pamer sama anak-anak, habis itu jejeritan ngga tidur semaleman. Kenapa tadi ngga ditarik ke atas panggung aja sekalian?"
Menghela nafas, kemudian terbata menjawabnya pelan,
"Jangankan buat bales, buat sekedar ngelihat ke arahnya aja gue ngga berani, bro.. Iya gue tau gue bego, tapi gue ngga mau dia kenapa-napa.. Lo ngga liat cewek-cewek di barisan depan tadi? Beringasnya ngalahin macan puasa! Cantik sih... Tapi kalo mereka-mereka tahu gue bales mention Aisa, cewek itu bakalan jadi bulan-bulanan! Narik ke panggung? Pulang-pulang bisa jadi perkedel buat lauk makan malem kita!"

Temannya tertawa pelan. Menggumam tak jelas, menepuk pundaknya, dan pergi sambil meyakinkan dirinya sendiri anggota band nya yang satu ini sangatlah baik hati dan perhatian hingga tidak mau melukai perasaan orang lain.

Dalam diamnya, Pisa menyesal. Berharap memiliki sedikit keberanian untuk sekedar melambai dan tersenyum pada gadis berkaus biru muda yang sudah kelelahan melompat-lompat sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi di atas lautan kepala manusia..



_________________________________
I wanna hold your hand..
I wanna kiss your lips..
I wanna fallin' in love with you..
Must be beautiful lovely day..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar